Jumat, 24 Agustus 2018

PATAH

Bagaimana bisa dipahami awal cerita itu terjadi,
Dua tahun sudah berlalu tidak terlalu aku ingat luka luka yg tertanam dan tumbuh jadi bagian - bagian kebaikan,
Karena pada mulanya setiap luka akan membuat kita semakin kuat, semakin paham cinta yg sebenarnya.
Memang waktu berganti, bumi berputar, tapi tidak dengan perasaan ku
Iya, jatuh cinta itu membawa ku menembus batas - batas luka yg dia tanam yustine namaya.
Satu sisi aku sangat mengagumi nya tapi di sisi lain aku cenderung terluka oleh sikapnya mungkin tentang hati nya yg tak jujur atau aku yg selalu mempercayainya, bodoh dan berkorban itu sama saja, bodohnya masih tetap cinta dan berkorban karena terlalu cinta sama saja bukan?

Senja memang selalu mengalah pada malam, namun tidak baik jika terus berlarut pda mimpi - mimpi yang telah pergi, berjalan dan berlarilah untuk massa depan karena hanya butuh sedikit menyimpan beberapa kenangan dan melepaskan beberapa beban
Luka hati obatnya adalah hati.. yg aku benci adalah yang aku do'akn semunafik apa aku tentang hati?.. ketika bicara dengan Yustine
aku hanya berkata kedua mataku ingin melihat kamu bahagia dengan siapapun itu, Semoga engkau lekas bahagia. Namun bagaimana dengan hati ku?.. Luka nya tak terlihat hanya sesak saja di dada ..
Aku slalu saja ingin memiliki nya
Berusaha semampu ku mengukir senyuman di raut wajah cantik itu..
Namun kembali lagi pada sikapnya yg tak mau mengerti dan memahami sisi kecil hati ini.


Atau mungkin aku penyebabnya, Mengapa tuhan menciptakan rasa cinta jika tidak dengan rasa cemburu maka itu bukan suatu kesalahan... Aku pergi karena memang untuk membuat kamu tenang tanpa kekangan-kekangan dari ku tanpa banyak aturan yg harus kamu patuhi dari seorang kekasih yg memang belum tentu jodoh mu?.. lihat siapa kali ini yg paling menyesal ? Aku kah atau mungkin kamu? Masih saja aku yg menyebutmu dalam do'a malam ku mengangkat kedua telapak tangan, dengan binar air mata meminta kamu kembali.

Tapi pil pahit yang harus aku telan adalah kenyataan hari ini dan mungkin lusa juga selamanya, kamu telah pergi bersama baid-baid rinduku,
Aku tau kamu pergi bilang dulu
Aku mengerti ijin mu memang baik tapi mengapa bisa kamu pergi untuk orang lain? susungguhnya tidak apa-apa selagi itu bahagia kamu, hanya sedikit kecewa, wajar saja karena aku mencintaimu.

Aku tak ingin tampil lebih baik aku tidak ingin jadi terlihat sempurna aku tidak ingin sucses lebih dulu
Jika semua itu membuat kamu meresa menyesal meninggalkan ku
Membuat kamu menyesal bukan tujuan ku apalagi menyakiti hati mu bukan sama sekali pilihan ku bahkan sedari awal aku mengenalmu sekalipun..

Aku berpikir aku putar kembali memory otak ku
Ada apa, mengapa, dan kenapa? Semua bisa terjadi setelah waktu yg cukup begitu lama kita jalani bersama, dengan mudah kamu luluh lantahkan hanya karena ada yang lebih sempurna dariku

Kembali padamu bukan jadi prioritasku saat ini, aku merasa bersalah saat kamu ada aku tidak jadi yg terbaik
Aku menyesal seandinya aku tau kamu akan pergi mungin tidak akan ku biarkan kamu dalam kesepian

Di dunia ini mungkin ada ratusan orang atau bahkan lebih yg aku kenal yg aku simpan di memori otak ku, aku ingat satu persatu bentuk dan raut wajah nya, suaranya. Semua orang beda meski ada beberapa orang yg sama percis. Maka dari itu aku tidak berharap kamu kembali di saat aku sudah menjatuhkan segala mimpi dan harapan ku pada orang lain, pada orang yg mungkin sederhana, tapi tidak akan pernah meninggalkan ku dan mematahkan impian ku